aku sengaja menuliskan sepucuk surat untuk mama,
yang sebenarnya ingin aku berikan beberapa hari lagi pada saat ulang tahun
mama. tapi, karena malamnya aku tau aku akan disibukkan oleh tugas praktikum,
maka aku sempatkan untuk menuliskannya hari ini.
Untuk mama tercinta,
Di hari ulang tahun
mama ini, aku tidak bisa memberikan apa-apa selain hasil dari aku mengajar yang
mungkin tidak seberapa. Tapi mudah-mudahan cukup untuk membuat mama tersenyum, untuk
sedikit melepaskan beban yang memberatkan hati mama.
Hari ini usia mama
berkurang, namun tidak sedikitpun mengurangi kecantikkan lahir dan batin mama dan
juga ketegaran mama. setiap mama berulang tahun, maka bertambahlah
kebijaksanaan mama dan juga kedewasaan mama. mudah-mudahan, mama diberikan
kesehatan selalu dan diberikan usia yang berkah. Aku ingin, kita bisa menikmati
masa “hijrah” kita bersama. Setelah perjalanan panjang yang telah kita perjuangkan.
Amin
Mungkin, aku tidak
begitu ekspresif untuk dapat mengungkapkan emosi dan afeksi. Tapi aku harap,
melalui tulisan ini, bisa mewakili dan bisa tersampaikan segala hal yang
terpendam dalam diriku.
Bagiku, mama tidak
hanya sekedar orang tua. Tapi juga menjadi modelling
bagiku. Sepanjang aku menjadi anak mama, maka selama itu juga aku menjadi saksi
ketegaran mama dalam kerasnya kehidupan. mama pernah di fitnah dan dihinakan,
tapi mama kemudian bangkit lagi seolah mama tidak mempedulikan orang-orang yang
sudah menghinakan mama. mama membuktikan kepada mereka bahwa perbuatan mereka
tidak cukup untuk bisa menjatuhkan mama. mama pernah diuji oleh kehilangan,
kehilangan yang aku tahu tidak semua orang akan sanggup mengihklaskannya, tapi
mama mampu melaluinya. Sepanjang hidup, mama lah satu-satunya orang yang aku jadikan
panutan dalam kemampuan adjust
terhadap kehilangan yang begitu beratnya. Mama juga pernah “dijajah” hingga
mama sampai pada titik terendah kehidupan mama, tidak dimanusiakan sebagai
manusia. Tapi kemudian ketika ada celah, mama memperjuangkan kebebasan yang
menjadi hak setiap manusia. Aku ingat kata mama bahwa “kebebasan harus diperjuangkan”. mama juga dihadapkan oleh perjalanan
yang gersang, yang begitu sulit. Tapi mama tetap berjuang, seolah mama sangat
yakin akan menemukan air zamzam di tengah gurun.
Mama adalah
gambaran Siti Hajar masa kini bagiku. Mama tidak mengenal lelah dan tetap
berdiri pada keyakinannya bahwa akan menemukan air zamzam diantara shafa dan
marwa (perjalanan panjang ini). Aku bersyukur, bahkan sangat-sangat bersyukur
bahwa aku yang ditakdirkan untuk dilahirkan dari rahim mama. kalaupun bukan
aku, maka aku yakin siapapun yang menjadi anak mama akan begitu bersyukur
dilahirkan dari ibu seperti mama dan tidak punya alasan apapun untuk tidak
bertanggung jawab memuliakan dan membahagiakan mama.
Sesuai dengan nama
belakang mama, amalia. Yang dalam
bahasa latin berarti pekerja keras. Dan juga sifat baik mama lainnya, aku ingin
semua predisposisi itu bisa diturunkan kelak pada keturunanku juga. Aku ingin
dunia ini diisi dengan orang-orang yang penuh ketegaran seperti mama. maka
dunia ini akan bersinar lebih terang, tidak ada kegelapan dan keputusasaan.
Terlepas dari segala kesulitan
dan ujian hidup yang aku hadapi bersama mama, satu hal yang paling disyukuri
olehku adalah kehadiran mama dalam kehidupanku.
Terimakasih ya Allah
Selamat ulang tahun mama.
Hidup ini terlalu singkat,
Maka nikmatilah kebersaman
bersama orang-orang yang dicintai
Sebab, kita tidak pernah tahu.
Sampai berapa lama kesempatan
itu diberikan oleh Tuhan.
Anakmu,
Irsa
Ikramina
Bandung,
16 April 2012
No comments:
Post a Comment