aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Monday, April 16, 2012

aku dan surat untuk mama


           aku sengaja menuliskan sepucuk surat untuk mama, yang sebenarnya ingin aku berikan beberapa hari lagi pada saat ulang tahun mama. tapi, karena malamnya aku tau aku akan disibukkan oleh tugas praktikum, maka aku sempatkan untuk menuliskannya hari ini.

Untuk mama tercinta,
Di hari ulang tahun mama ini, aku tidak bisa memberikan apa-apa selain hasil dari aku mengajar yang mungkin tidak seberapa. Tapi mudah-mudahan cukup untuk membuat mama tersenyum, untuk sedikit melepaskan beban yang memberatkan hati mama.
Hari ini usia mama berkurang, namun tidak sedikitpun mengurangi kecantikkan lahir dan batin mama dan juga ketegaran mama. setiap mama berulang tahun, maka bertambahlah kebijaksanaan mama dan juga kedewasaan mama. mudah-mudahan, mama diberikan kesehatan selalu dan diberikan usia yang berkah. Aku ingin, kita bisa menikmati masa “hijrah” kita bersama. Setelah perjalanan panjang yang telah kita perjuangkan. Amin
Mungkin, aku tidak begitu ekspresif untuk dapat mengungkapkan emosi dan afeksi. Tapi aku harap, melalui tulisan ini, bisa mewakili dan bisa tersampaikan segala hal yang terpendam dalam diriku. 
Bagiku, mama tidak hanya sekedar orang tua. Tapi juga menjadi modelling bagiku. Sepanjang aku menjadi anak mama, maka selama itu juga aku menjadi saksi ketegaran mama dalam kerasnya kehidupan. mama pernah di fitnah dan dihinakan, tapi mama kemudian bangkit lagi seolah mama tidak mempedulikan orang-orang yang sudah menghinakan mama. mama membuktikan kepada mereka bahwa perbuatan mereka tidak cukup untuk bisa menjatuhkan mama. mama pernah diuji oleh kehilangan, kehilangan yang aku tahu tidak semua orang akan sanggup mengihklaskannya, tapi mama mampu melaluinya. Sepanjang hidup, mama lah satu-satunya orang yang aku jadikan panutan dalam kemampuan adjust terhadap kehilangan yang begitu beratnya. Mama juga pernah “dijajah” hingga mama sampai pada titik terendah kehidupan mama, tidak dimanusiakan sebagai manusia. Tapi kemudian ketika ada celah, mama memperjuangkan kebebasan yang menjadi hak setiap manusia. Aku ingat kata mama bahwa “kebebasan harus diperjuangkan”. mama juga dihadapkan oleh perjalanan yang gersang, yang begitu sulit. Tapi mama tetap berjuang, seolah mama sangat yakin akan menemukan air zamzam di tengah gurun.
Mama adalah gambaran Siti Hajar masa kini bagiku. Mama tidak mengenal lelah dan tetap berdiri pada keyakinannya bahwa akan menemukan air zamzam diantara shafa dan marwa (perjalanan panjang ini). Aku bersyukur, bahkan sangat-sangat bersyukur bahwa aku yang ditakdirkan untuk dilahirkan dari rahim mama. kalaupun bukan aku, maka aku yakin siapapun yang menjadi anak mama akan begitu bersyukur dilahirkan dari ibu seperti mama dan tidak punya alasan apapun untuk tidak bertanggung jawab memuliakan dan membahagiakan mama. 
Sesuai dengan nama belakang mama, amalia. Yang dalam bahasa latin berarti pekerja keras. Dan juga sifat baik mama lainnya, aku ingin semua predisposisi itu bisa diturunkan kelak pada keturunanku juga. Aku ingin dunia ini diisi dengan orang-orang yang penuh ketegaran seperti mama. maka dunia ini akan bersinar lebih terang, tidak ada kegelapan dan keputusasaan.  

Terlepas dari segala kesulitan dan ujian hidup yang aku hadapi bersama mama, satu hal yang paling disyukuri olehku adalah kehadiran mama dalam kehidupanku.
Terimakasih ya Allah
Selamat ulang tahun mama.


Hidup ini terlalu singkat,
Maka nikmatilah kebersaman bersama orang-orang yang dicintai
Sebab, kita tidak pernah tahu.
Sampai berapa lama kesempatan itu diberikan oleh Tuhan.


Anakmu,
Irsa Ikramina
Bandung, 16 April 2012

No comments:

Post a Comment