RAHASIA,
itu
adalah kata yang harus tertera di pojok kanan laporan psikologi. Begitu dilindunginya
identitas dan kehidupan seseorang di psikologi. Maka aku yakin setiap orang
memiliki rahasia. Sebenarnya aku sendiri tidak mengetahui secara pasti apa
definisi dari rahasia. Mungkin, rahasia menjadi subjektif dalam pengertiannya. Karena
ada hal serupa yang bagi sebagian orang itu tidak ingin diketahui orang lain ,
tapi bagi sebagian orang yang lain itu sah-sah saja apabila diketahui orang
lain.
Rahasia
adalah sesuatu yang hanya diri sendiri yang mengetahui dan diketahui beberapa
orang terpilih yang kita percaya. Rahasia bisa berupa kisah perjalanan
kehidupan (live event), penghayatan seseorang terhadap kehidupan, identitas,
apa yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan. Siapapun bisa mengetahui
rahasia yang kita miliki. Sahabat, pacar, keluarga, psikolog, atau siapapun
yang kita kenal.
Bagiku,
kaitan antara rahasia dan orang yang dipercaya memiliki dimensi yang
berbeda-beda. Rahasia bisa mengandung unsur kognisi, afeksi, dan emosi. Tentu aku
tidak akan menceritakan semua hal ini kepada hanya satu orang. Biasanya aku
akan melihat kepribadian mereka sebagai pertimbangan dimensi rahasia yang aku
percayakan kepada mereka. Teman yang sangat realistis, mungkin cocok dengan rahasia
dimensi kognisi. Teman yang hangat, cocok dengan rahasia dimensi afeksi. Teman yang
selalu mendengarkan, cocok dengan dimensi emosi. Oleh sebab itu, orang-orang
terdekat yang aku percaya akan memiliki porsi dan tingkat kedetailan cerita yang berbeda yang mereka ketahui tentang aku.
Aku
bersyukur, Tuhan menyertakan aku dengan orang-orang yang dapat aku percaya. Tapi
tentu saja ini semua tidak berjalan dengan mulus. Entah apa aku yang salah
mempercayai orang atau karena memang begitulah seharusnya, ada dari mereka yang
tiba-tiba saja sudah tidak bisa aku jadikan tempat menceritakan segala
rahasiaku. Aku sadar aku tidak dapat memaksakan siapapun meski aku begitu nyaman
untuk menyimpan segala rahasiaku padanya. Mungkin aku juga salah, aku tidak
melibatkan Tuhan dalam hal ini. Seharusnya aku mintakan kepada-Nya siapa-siapa
yang Ia kehendaki menjadi orang yang menyertaiku dan aku tidak membukakan
secara gegabah apa yang sudah Tuhan tutupi untukku. Aku hanya bisa berdoa,
rahasiaku tetap terjaga. Aku percaya padanya. Ia akan menyimpan rahasiaku
baik-baik. aku juga selalu berdoa kepada Tuhan, agar tidak dibukakan apa-apa
yang seharusnya ditutupi.
Rahasia
adalah bagian dari kehidupan. Tanpa rahasia, tidak akan ada orang yang bisa aku
percaya. Rahasia adalah yang membedakan siapa aku sebenarnya dihadapan
orang-orang yang aku percaya dan siapa aku dihadapan orang-orang umum.
Dari aku,
duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 30122011
Irsa Ikramina