aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Saturday, July 30, 2016

the happiest person

Definisi manusia akan bahagia. kadang terlalu bersandar dengan yang sifatnya materi. padahal, materi sifatnya tidak kekal. tidak kekal karena ya, hanya sebatas ciptaan saja, ciptaan manusia bahkan. yang dimana juga manusia juga sebatas ciptaan juga. hanya saja yang menciptakan itu Maha Hebat. jadi, apa tidak terlalu dangkal apabila manusia malah menyandarkan kebahagiaanya dari ciptaannya sendiri yang tidak kekal ? sebetulnya aku yakin manusia sudah banyak menyadari mengenai hal ini. hanya saja, belum menemukan cara yang tepat untuk bisa menyandarkan kebahagiaannya hanya kepada yang menciptakannya.

kebahagiaan adalah suatu proses yang sifatnya kontinu, bukan sebuah periode atau momen saja yang sifatnya seringkali dianggap temporal. kebahagiaan dimulai dari hal yang terkecil dari kenyataan yang dihadapi. karena manusia seringkali menggambarkan kebahagiaan dengan gambaran yang terlalu jauh dengan realita kesehariannya. sehingga kenyataan dan dan gambaran selalu memiliki kesenjangan yang tidak akan pernah menyatu dalam hidup.

aku sering bilang di dalam hati ku kepada Tuhan. "Thanks God, I'm the happiest person in this life because of today. I'm so grateful for life You've given me. I believe that tomorrow and future will be better and happier from today"

Just like that, and I have been a happiest person.

pertanyaan selanjutnya adalah How is my life ? apakah aku adalah orang yang paling kaya di dunia ? apakah aku orang yang memiliki jabatan yang tinggi di sebuah perusahaan yang besar ? apakah aku orang yang memiliki gelar pendidikan yang panjang di belakang nama ku ? the answer is not yet.

perhatikan jawaban ku. aku tidak menjawab tidak tapi belum. jadi apakah aku juga menyadarkan kebahagiaan pada yang sifatnya materi dan atribut ? jawabannya tidak. tapi hal tersebut bisa jadi sebagai konsekuensi dari proses kebahagiaan. seperti yang aku bilang kepada Tuhan "I believe that tomorrow and future will be better and happier from today"

let's start from early morning of the day I enjoy

ucapan syukur paling pertama dan paling awal adalah ketika bangun tidur, karena masih diberikan kesempatan untuk membuka mata dan bernafas, itu berarti masih ada kesempatan memperbaiki diri dan berbuat kebaikan. membiasakan diri bangun sebelum fajar itu memang lebih menyenangkan, ada banyak waktu luang dan tenang untuk banyak berdialog dengan Tuhan dan refleksi diri. so happy, to be intense talking to God and myself. ibarat gadget jadi seperti di restart, so fresh to start the day.  bagi penulis seperti ku, setelah selesai semua ritual itu, aku akan tenggelam bersama buku dan menulis. bagi yang lain, waktunya bisa diisi apapun yang bermanfaat. ada rasa syukur bisa melakukan hal produktif dari pagi hari, semakin produktif seseorang akan semakin happy. terlebih, kalau aktivitas itu memang adalah passion atau merasa sangat "masuk" pada aktivitas tersebut. again, i'm so grateful. 

tak terasa, waktu akan berjalan begitu cepat. dilanjutkan dengan aktivitas bersiap pergi ke tempat mencari nafkah. I'm a breadwinner actually. so I can't be lazy for that. menjadi seorang pencari nafkah sejak dilantik mencari sarjana, hidup jadi lebih bermakna sebetulnya dan dipermudah dalam hal mencari "ruang" ibadah. karena menjadi pencari nafkah bagi keluarga, disitulah nilai ibadah dan ladang amalnya. bersyukur karena hidup lebih terarah, niat lebih lurus, dan penghasilan menjadi lebih berkah. again, i'm so grateful. 

seperti manusia lainnya saja, taking shower and having breakfast adalah rutinitas umum di pagi hari, khususnya di Indonesia kali ya, di luar Indonesia mandi itu bisa jadi tidak dilakukan di pagi hari. ketika mandi sangat bersyukur punya air yang bersih dan melimpah untuk mandi, dimana banyak orang yang tinggal di daerah sulit air. padahal bersih pangkal sehat, being clean adalah suatu keharusan, dan bisa membersihkan diri di pagi hari adalah sesuatu yang sangat disyukuri. dilanjutkan dengan makan pagi, sangat bersyukur karena punya mama yang menyiapkan makan pagi. jadi tidak harus menyiapkan sendiri. habis mandi cuma langsung duduk dan memasukan makanan ke dalam mulut. dengan begini waktu dan tenaga jadi tidak terlalu banyak terbuang. merupakan suatu kemudahan yang patut di syukuri, oia, dan tidak harus beli, jadi lebih hemat. di luar sana, banyak orang yang tidak bisa makan pagi, karena hanya bisa makan 2 kali bahkan 1 kali dalam sehari, sudah jelas, makan pagi adalah option yang mereka akan skip. hanya dari 2 rutinitas pagi ini, again, i'm so grateful. 

perjalanan menuju kantor, harus bedesakan di jalan bersama dengan pencari ilmu dan pencari nafkah lainnya. obviously, akan bermacetan di jalan. tapi ada satu hal yang aku syukuri, karena aku naik kendaraan motor. paling tidak dibanding naik umum yang rutenya lebih keliling, tidak bisa diprediksi waktu ngetemnya, dan harus bedesakan dengan orang lain di dalamnya. tentu memiliki kendaraan motor jadi suatu hal yang patut disyukuri. bagaimanapun, dulu aku pernah merasakan harus menggunakan umum. selain itu, punya kendaran motor sendiri lebih hemat bahan bakar dan lebih cepat meski macet. selama perjalanan pun, aku biasa sambil mendengarkan musik dari i-pod, mendegarkan musik-musik favorit ku untuk menambah semangat sambil menikmati udara kota Bandung di pagi hari secara cuma-cuma. setiap udara segar yang aku tembus pada pagi hari itu menyegarkan,  terasa di wajah. again, i'm so grateful. 

sesampainya di kantor, bersyukulah tidak terlambat. bisa absen tepat waktu dan memulai melakukan pekerjaan-pekerjaan. selama bekerja, tentu aku tidak sendiri. ada tim, kerja tim. 
meski bawahan ku belum banyak, tapi sejauh ini aku cukup menikmati menjadi leader. bagiku, menjadi leader adalah suatu proses belajar mematangkan diri dan membawa tim kearah lebih baik, tentu saja tidak hanya dari pencapaian kerja tapi juga secara personal dari anggota tim tersebut. di kantor aku juga sedang mendapat kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi. lantaran atasan langsung ku sedang cuti melahirkan. inilah waktu yang aku tidak akan sia-siakan untuk proses percepatan belajar. well, jadi manager tembak is'n't a bad thing. kesempatan belajar untuk terlbat dalam porsi-porsi manajerial pada kesempatan semuda mungkin dari usia dan sedini mungkin dari pengalaman kerja itu adalah hal yang patut disyukuri. again, i'm so grateful. 

jam istirahat makan siang tiba. well, as i said before. aku beruntung punya mama yang ikhlas untuk selalu menyiapkan makanan, hingga pada saat aku ke kantor untuk bekal makan siang pun sudah disiapkan. aku sangat bersyukur, selain lebih hemat. makanan rumah jauh lebih bersih dan sehat. aku pun tidak perlu keluar beli mekanan lagi ke luar kantor. biasanya, aku dan tim yang seruangan suka makan siang bersama. tapi kali ini aku mulai mengurangi. aku lebih memilih makan di mejaku sambil browsing hal-hal yang sifatnya sangat inspiring  dan full of knowledge. tentu saja bukan aku ingin memisahkan diri dari lingkungan sosial yang ada. tapi kalau aku diberi pilihan. pilihan pertama, ngobrol ngalur ngidul atau kalau lagi ada boss biasanya pasif mendengarkan cerita tentang kehidupan pribadi dan keluarganya. pilihan kedua adalah upgrade diri dengan fasilitas yang ada. ofcourse I choose second option. dengan begitu, waktu yang ada jauh lebih bermanfaat. again, i'm so grateful. 

tibalah waktu pulang kerja. prinsip ku, pulang kerja harus ontime. jangan diartikan ini adalah tenggo yang negatif karena kerja hitungan. tapi tenggo adalah suatu keharusan. justru jangan sampai salah mengartikan loyalitas itu adlaah tidak pulang tenggo. karena itu akan membetuk mental dan kebiasaan menunda pekerjaan sebab merasa kalau pulang tenggo tidak dinilai loyal. lagipula kenapa harus lembur kalau memang pekerjaan semua sudah selesai ? selama setahun pertama kerja di perusahaan ini. aku nyaris tidak pernah ontime jam pulangnya bersama staff ku. there's something wrong. kata atasan ku, "Seorang leader harus bisa memikirkan bagaimana pekerjaan dirinya sendiri dan timnya tidak over." lalu aku berpikir apa yang menjadi penyebabnya. setelah aku melakukan analisa jabatan, identifikasi masalahnya ternyata adalah kurangnya SDM dari segi kuantitas. finally, disetujuinyalah penambahan orang. aku minta 1 orang level staff sebetulnya, tapi di acc nya adalah admin. well, ini sama saja sebetulnya kaya sakit dimana perlu obat 500 mg, tapi diberikan obat hanya 250mg. memang kami bisa pulang ontime sekarang, tapi tentu masih ada gejala-gejala penyakit yang masih menganggu kami. kecepatan dan kualitas kerja yang masih belum bisa memenuhi ekspekitasi atasan ku dan diri ku sendiri. terlepas dari itu semua, setelah kehadiran posisi admin ini. kami semua bisa pulang tenggo. ada banyak waktu yang bisa digunakan ketika pulang tepat waktu. baik bagi diri sendiri, teman dan keluarga. again, i'm so grateful.  

perjalanan pulang kerja memang bukan hal yang menyenangkan untuk di kota Bandung seperti sekarang ini. The traffic jam is so intense ! meskipun demikian, paling tidak aku punya ipod untuk didengarkan sehingga perjalanan jauh dan macet jadi tidak terlalu dirasa. bersyukurlah jarak rumah dan kantor ku, kalau dibandingkan teman kantor lainnya ada yang lebih jauh. so, much more energy I can save than others. again, i'm so grateful.  

sesampainya di rumah dengan selamat, tentu suatu hal yang patut disyukuri. datang, makan tinggal makan karena sudah disiapkan, mandi air hangat untuk melepas lelah pun hanya tinggal putar keran, tidak lupa pray to God, and family time with my mom. If I have some extra time, I will read book before going to sleep. again, i'm so grateful.  

jadi begitulah keseharian ku. nothing special right ? but I'm happy and grateful. kebahagian itu kita yang ciptakan sendiri. kita yang sikapi sendiri. karena kebahagiaan adalah rasa mensyukuri hal-hal yang kecil sehingga menciptakan ikatan antara setiap rasa syukur itu. semakin kuat dan panjang tali rasa syukur itu. semakin kita merasa bahagia dalam hidup ini.


Siapa tidak mensyukuri nikmat, berarti menginginkan hilangnya. Dan siapa menyuskurinya, berarti telah secara kuat mengikatnya

(Al-Hikam, Ibnu Atha 'illah al-Iskandari)




Bandung, 31 Juli 2016
Dari aku, duniaku dan penghayatanku
Irsa Ikramina

Saturday, July 9, 2016

salik

manusia adakalanya tersesat karena kesempitan. tapi, manusia juga bisa tersesat karena kelapangan. mungkin manusia perlu ilmu, agar tidak terombang ambing kelapangan dan kesempitan hidup. kadang, mereka tahu, pegangan yang pasti hanyalah Tuhan. tapi untuk selalu dapat dekat dan berpegang kepada Tuhan manusia perlu ilmu.

aku mencari, ilmu apa dan siapa yang bisa ajarkan?

dengan kondisi dunia saat ini yang dilanda budaya materialisme dan hedonisme. nampaknya tidak mungkin aku mencari ilmu yang diwarisi pada masa ini. aku percaya, bahwa ilmu adalah warisan yang luar biasa, dapat menembus lintas waktu jauh ke depan. tapi aku harus mencari masa dimana ilmu yang diperlukan ini lahir pada kondisi yang serupa seperti masa saat ini. karena disitulah, aku yakin lahir ilmu yang juga menjawab pencarian penghayatan spiritual ditengah kondisi sosial yang cenderung semakin menjauhi nilai dan akhlak agama. 

ditemukan. ada masa dimana budaya materialisme juga melanda generasi umat Islam yang pertama, karena kemakmuran dunia Islam pada era Umayyah dan Abbasiyah yang menggantikan Imperium Romawi dan Rusia.

pada era itu, tasawuf muncul ke permukaan. tapi bukan sufi yang akan menjadi sumber ilmu ku, tapi adalah ahli hikmah. karena hikmah pada era itu sifatnya sangat kental dengan tasawuf. orang-orang inilah yang lebih banyak diam, tersenyum dan mendengarkan permasalahan orang lain untuk memberikan solusi dan pandangan yang bijaksana.

hikmah itu sendiri berarti adalah sisi baik dari sesuatu, meski pada masa itu disebutnya hikam yang sebetulnya artinya juga sama saja, hanya jamaknya hikmah dalam bahasa arab. 

untuk menguak hikmah dalam setiap babak kehidupan diperlukan kemampuan interpretasi yang mendalam, karena tidak hanya melibatkan intelektual tapi juga kebersihan hati dan kedalaman tauhid. itu sebabnya, ini adalah salah satu ilmu yang tingkatannya paling sulit untuk dipelajari (bagi ku). selain memerlukan pemahaman yang mendalam, mengamalkannya pun tidak mudah. 

mempelajari Al Hikam, berarti juga menyadari eksistensi diri sebagai seorang salik, yaitu peniti jalan menuju Allah.

eksistesi memang soal makna dan pilihan, pilihan untuk memaknakan dari sisi yang baik atau tidak. karena itulah yang akan menentukan perjalanan sebagai seorang salik untuk menuju kepada Tuhan. menguak dan memahami hikmah, juga adalah eksistensi. dimana kelapangan dan kesempitan hanya sebagai sarana untuk selalu memaknakan dan menguak hikmah, agar selalu dekat dengan Tuhan. 


Istirahatkan dirimu dari kesibukan mengurusi duniamu. 
Urusan yang telah diatur Allah tak perlu kau sibuk
ikut campur

Ibnu Atha'illah al-Iskandari


Jangan mengadukan musibah kepada selain Allah. Karena 
Allah semata yang menurunkannya. Bagaimana mungkin 
selain Allah dapat mengangkat musibah yang telah 
ditetapkan-Nya ? Bagaimana mungkin orang yang tidak bisa
 mengangkat musibah dari dirinya sendiri bisa mengangkat 
musibah orang lain ?

Ibnu Atha'illah al-Iskandari



Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu, 
setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa. 
karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, 
bukan sesuai pilihanmu; pada waktu yang diinginkan-Nya, 
bukan pada waktu yang kauinginkan.

Ibnu Atha'illah al-Iskandari 


Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 10 Juli 2016
Irsa Ikramina

Wednesday, July 6, 2016

ah, itu mungkin Kierkegaard. bukan aku.

bagi budak kapitalis seperti ku, aku selalu mencari dimensi ruang dan waktu dalam hidup dimana aku bisa menyadari eksistensi seutuhnya.

bergerak dalam roda kapitalis, itu berarti menyempitkan ruang eksistensi dalam diri, memasung perkembangan eksistensi yang sifatnya bebas. padahal, menyadari eksistensi adalah tugas manusia dalam hidup.

aku tidak memilih hidup menjadi budak kapitalis, yang artinya aku memang memilih menjadi budak kapitalis. bahwa dalam hidup tidak memilih pun adalah suatu pilihan. maka, aku harus bertanggung jawab pada pilihan itu, dengan menyadari penuh kebebasan untuk memberi makna pada pilihan itu. 

apakah aku hidup pada masyarakat kapitalis atau komunis sekalipun, aku percaya bahwa aku selalu bisa menemukan kebebasan yang tidak meniadakan kemerdekaan manusia untuk tampil autentik, yaitu adalah hubungan manusia dengan Tuhan.

eksistensialis religius ? ah, itu mungkin Kierkegaard. bukan aku. 

aku ya aku, yang selalu mencari ruang kebebasan berkesistensi, yang selalu ingin berdialog dengan Tuhan karena Tuhan adalah pemberi makna pada eksistensi manusia. 

bagiku, kesia-siaan hidup bukan hanya soal menyiakan waktu, tapi juga menyiakan kesadaran untuk bebas menyelami dunia subjektif, memahami dan memberi makna pada pilihan hidup.


Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Irsa Ikramina 
7 Juli 2016