titik dimana rasa sedih dan senang, bukanlah suatu yang berlebihan dalam hidup ini.
tidak berlebihan berarti biasa saja. tidak ada yang perlu didramatisir.
karena yang terpenting bukan bagaimana aku merasa senang dan sedih. tapi bagaimana aku menjadi selalu ingat kepada Tuhan diantara perasaan keduanya. baik sedih maupun senang. sebab, selalu ada kesabaran dalam kesedihan dan selalu ada rasa syukur dalam kesenangan.
rasa. hanya sesuatu yang lahir dari emosi manusia. tapi sabar dan syukur tidak hanya sekedar rasa. tapi keyakinan yang lahir dari fitrah manusia, dari Qolbu, dari suara hati.
Biarlah sedih dan senang berlalu menerpa sebagai warna-warna skenario setiap episode hidup. tapi Tuhan, tetapkan aku pada sabar dan syukur. karena bagiku, bukan sedih dan senang yang terpenting. tapi bagaimana aku selalu bisa merasa dekat dengan Mu melalui sabar dan syukur. karena ketika aku merasa dekat dengan Mu, hati ku merasa damai dan tenang.
maka ku pikir, aku akan Ridho atas ketetapan dan pengaturan Tuhan apapun baik yang membuat aku sedih maupun yang membuat aku senang.
asal dalam hidup ini, dengan segala rasa apapun, aku selalu dekat dengan Mu Tuhan.
karena hanya Engkau-lah yang ada dihatiku.
Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 1 April 2016.
Jam Istirahat Kantor, di ruang meeting yang hening.
Irsa Ikramina
No comments:
Post a Comment