aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Sunday, December 18, 2011

aku dan salat sunah


dhuha melapangkanku dan istikharah meyakinkanku
Belakangan ini, aku sangat merasa bahwa salat sunah itu penting. Memang salat sunah tidak memiliki konsekuensi hukum apapun bagi yang meninggalkan. Hanya saja, setelah aku jauh lebih mengetahui keutamaan salat sunah, menjadi merasa merugi bagiku untuk meninggalkannya.
            Begitu banyak pilihan salat sunah yang bisa umat muslim dirikan. Tapi hatiku pada saat ini berat pada salat istikharah dan salat dhuha..
            Sudah sejak lama aku mengenal salat sunah, bagiku tidak asing jika mendengar ada orang yang suka mengamalkan salat-salat sunah tertentu. Ya, karena memang setiap salat sunah itu memiliki keutamaan tersendiri. Selain itu, dibesarkan hingga remaja di sekolah berbasis islam juga sangat didorong untuk selalu berpegang juga pada salat sunah.
            Salat sunah yang aku anggap paling sederhana pada masa sekolah adalah dhuha, karena rukun melakukannya bagiku tidak sulit, selain rakaatnya tidak dibatasi waktu pelaksanannya pun bisa dilakukan di sela-sela pergantian mata pelajaran di sekolah. semasa aku masih bersekolah di sekolah islam, salat dhuha adalah salat sunah yang paling sering dibiasakan.
           Aku sendiri masih terpukau dengan keutamaan salat dhuha ini, memang seperti yang telah diketahui oleh banyak orang adalah untuk kelapangan rezeki. Tapi aku melihat ada hal lain yang membuat dhuha ini begitu tinggi kedudukannya. Dua rakaat salat dhuha dapat menggantikan tiga ratus enam puluh kali sedekah !
Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut dengan pintu Dhuha. Kelak di Hari kiamat, para penikmat Duha akan diundang secara khusus.
-HR Thabrani-
Tuhanmu, Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “wahai anak cucu Adam, salatlah untu-Ku empat rakaat pada pagi hari, maka salat itu akan memncukupi bagimu sepanjang hari”
-HR Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud dan At-Tirmizi-
            Sebetulnya, apa yang membuat aku sangat mengandalkan salat dhuha ini pada mulanya dalah bukan dari keutamaannya. Tapi karena arti dari doa salat dhuha itu sendiri yang entah kenapa begitu menyentuh hati..
Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, maka turunkalah dan jika di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika rezekiku itu haram, maka sucikanlah. Jik masih jauh, maka dekatkanlah. Dengan kebenaran waktu Dhuha-Mu, dan keagungan-Mu, dengan kebenaran keindahan-Mu, dan kekuatan-Mu, dengan kebenaran kekuasan-Mu, dan perlindungan-Mu limpahkan kepada kami segenap apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yan saleh
            Bagiku, salat dhuha tidak hanya perihal kelapangan rezeki, tapi kelapangan berupa kemudan-kemudahan yang hadir ketika langkah kaki dalam perjalanan ikhtiar ini begitu terasa berat.
            Salat istikharah, aku mengenalnya sejak aku duduk di bangku SD di mata pelajaran pecahan dari agama islam, yaitu akhlak dan ibadah. Pengertianku terhadap salat istikharah dulu hanya sebatas untuk “menentukan pilihan”. Tapi kini yang aku ketahui pada hakikatnya adalah untuk memantapkan dan meminta petunjuk dari pilihan yang kita pilih, dimana kita melibatkan Allah disetiap keputusan yang kita ambil. Agar kita dipastikan tidak kecewa, dan Allah melapangkan hati kita apabila dibalik pilihan tersebut ada sesuatu yang tidak kita harapkan.
            Bagiku, di setiap langkah ikhtiar yang aku tentukan begitu pentingnya untuk melibatkan Allah. Aku ingin, setiap apa yang aku pilih selalu melibatkan Allah. Bahkan disetiap langkah yang aku ambil. Adakalanya aku merasa hati dan pikiran sangat bertentangan dalam menentukan pilihan. Aspek emosi dan rasio yang sedang berperang ini aku tenangkan dengan melibatkan-Nya. Ya, dengan salat istikharah ini. Aku ingin kemanapun aku melangkah, adalah ke arah dimana ada kebaikan untuk segala urusan dan kebaikanku. Aku juga ingin menjadi orang yang rido dengan ketetapan-Nya. Lagi-lagi aku terkesan dengan salat sunah yang satu ini, karena arti dari doa salat istikharah..
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon ketetapan dengan kekuasan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang sangat agung, karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak berkuasa sama sekali. Engkau mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui segala hal yang gaib. Ya Allah jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini lebih baik bagi diriku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku, maka tetapkanlah ia bagiku dan mudahkan ia untukku, kemudian berilah berkah kepadaku dalam menjalankannya. Dan, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku, maka jauhkan urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rida dengan ketetapan tersebut
Ya Rabb, mudahkan dan lapangkan setiap langkah ikhtiarku menuju pada-Mu, arahkan langkahku di mana pun kebaikan itu berada
dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 18122011
irsa ikramina

No comments:

Post a Comment