dhuha melapangkanku
dan istikharah meyakinkanku
Belakangan ini, aku
sangat merasa bahwa salat sunah itu penting. Memang salat sunah tidak memiliki
konsekuensi hukum apapun bagi yang meninggalkan. Hanya saja, setelah aku jauh
lebih mengetahui keutamaan salat sunah, menjadi merasa merugi bagiku untuk meninggalkannya.
Begitu
banyak pilihan salat sunah yang bisa umat muslim dirikan. Tapi hatiku pada saat
ini berat pada salat istikharah dan salat dhuha..
Sudah
sejak lama aku mengenal salat sunah, bagiku tidak asing jika mendengar ada orang
yang suka mengamalkan salat-salat sunah tertentu. Ya, karena memang setiap salat
sunah itu memiliki keutamaan tersendiri. Selain itu, dibesarkan hingga remaja
di sekolah berbasis islam juga sangat didorong untuk selalu berpegang juga pada
salat sunah.
Salat
sunah yang aku anggap paling sederhana pada masa sekolah adalah dhuha, karena
rukun melakukannya bagiku tidak sulit, selain rakaatnya tidak dibatasi waktu
pelaksanannya pun bisa dilakukan di sela-sela pergantian mata pelajaran di
sekolah. semasa aku masih bersekolah di sekolah islam, salat dhuha adalah salat
sunah yang paling sering dibiasakan.
Aku sendiri masih terpukau dengan keutamaan
salat dhuha ini, memang seperti yang telah diketahui oleh banyak orang adalah
untuk kelapangan rezeki. Tapi aku melihat ada hal lain yang membuat dhuha ini
begitu tinggi kedudukannya. Dua rakaat salat dhuha dapat menggantikan tiga
ratus enam puluh kali sedekah !
Sesungguhnya
di surga itu ada sebuah pintu yang disebut dengan pintu Dhuha. Kelak di Hari
kiamat, para penikmat Duha akan diundang secara khusus.
-HR
Thabrani-
Tuhanmu,
Allah ‘Azza wa jalla berfirman, “wahai anak cucu Adam, salatlah untu-Ku empat
rakaat pada pagi hari, maka salat itu akan memncukupi bagimu sepanjang hari”
-HR
Ahmad bin Hanbal, Abu Dawud dan At-Tirmizi-
Sebetulnya,
apa yang membuat aku sangat mengandalkan salat dhuha ini pada mulanya dalah
bukan dari keutamaannya. Tapi karena arti dari doa salat dhuha itu sendiri yang
entah kenapa begitu menyentuh hati..
Ya
Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan itu adalah
keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah
kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah
perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, maka turunkalah
dan jika di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah,
jika rezekiku itu haram, maka sucikanlah. Jik masih jauh, maka dekatkanlah. Dengan
kebenaran waktu Dhuha-Mu, dan keagungan-Mu, dengan kebenaran keindahan-Mu, dan
kekuatan-Mu, dengan kebenaran kekuasan-Mu, dan perlindungan-Mu limpahkan kepada
kami segenap apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yan saleh
Bagiku,
salat dhuha tidak hanya perihal kelapangan rezeki, tapi kelapangan berupa
kemudan-kemudahan yang hadir ketika langkah kaki dalam perjalanan ikhtiar ini
begitu terasa berat.
Salat
istikharah, aku mengenalnya sejak aku duduk di bangku SD di mata pelajaran pecahan
dari agama islam, yaitu akhlak dan ibadah. Pengertianku terhadap salat
istikharah dulu hanya sebatas untuk “menentukan pilihan”. Tapi kini yang aku
ketahui pada hakikatnya adalah untuk memantapkan dan meminta petunjuk dari pilihan
yang kita pilih, dimana kita melibatkan Allah disetiap keputusan yang kita
ambil. Agar kita dipastikan tidak kecewa, dan Allah melapangkan hati kita
apabila dibalik pilihan tersebut ada sesuatu yang tidak kita harapkan.
Bagiku,
di setiap langkah ikhtiar yang aku tentukan begitu pentingnya untuk melibatkan
Allah. Aku ingin, setiap apa yang aku pilih selalu melibatkan Allah. Bahkan disetiap
langkah yang aku ambil. Adakalanya aku merasa hati dan pikiran sangat
bertentangan dalam menentukan pilihan. Aspek emosi dan rasio yang sedang
berperang ini aku tenangkan dengan melibatkan-Nya. Ya, dengan salat istikharah
ini. Aku ingin kemanapun aku melangkah, adalah ke arah dimana ada kebaikan
untuk segala urusan dan kebaikanku. Aku juga ingin menjadi orang yang rido
dengan ketetapan-Nya. Lagi-lagi aku terkesan dengan salat sunah yang satu ini,
karena arti dari doa salat istikharah..
Ya
Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, memohon
ketetapan dengan kekuasan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang sangat agung,
karena sesungguhnya Engkau berkuasa sedang aku tidak berkuasa sama sekali.
Engkau mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Maha Mengetahui
segala hal yang gaib. Ya Allah jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini lebih
baik bagi diriku dalam agama, kehidupan, dan akhir urusanku, maka tetapkanlah
ia bagiku dan mudahkan ia untukku, kemudian berilah berkah kepadaku dalam
menjalankannya. Dan, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam
agama, kehidupan, dan akhir urusanku, maka jauhkan urusan itu dariku dan
jauhkan aku darinya, serta tetapkanlah yang baik itu bagiku di mana pun
kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rida dengan ketetapan
tersebut
Ya
Rabb, mudahkan dan lapangkan setiap langkah ikhtiarku menuju pada-Mu, arahkan
langkahku di mana pun kebaikan itu berada
dari aku,
duniaku, dan penghayatanku
Bandung,
18122011
irsa ikramina
No comments:
Post a Comment