aku tidak benar-benar ingat, kapan tepatnya aku pertama kali berdoa. Berdoa dengan penuh pengharapan dan dari hati tentunya. Kalau masalah ‘kebiasaan’ berdoa, aku rasa aku sudah mulai berdoa ketika aku kecil. Bersyukur aku disekolahkan di sekolah islam semenjak TK sehingga aku benar-benar terbiasa dengan berdoa. Tapi, kesungguhan dalam berdoa dan makna hakiki doa ternyata tidak begitu saja didapat ketika baru pertama belajar berdoa..
tanpa disadari sebetulnya doa adalah hal yang paling sering aku lakukan. Hidup sebagai manusia wajar saja memiliki kecemasan, kebahagiaan, kesedihan, kepedihan, kehampaan, dan pengharapan. pada saat-saat itulah aku selalu dan sering-sering berdoa. secara syariat saja, doa sudah sangat mengikat kita dalam melakukan aktivitas apapun. Setelah solat, ketika hendak berpergian, sebelum dan sesudah makan, ketika akan tidur dan bangun tidur, dll. aku rasa doa betul-betul mengikat kita pada Yang Maha Kuasa dan juga sebagai penyelamat tentunya.
Dalam menjalani perjalanan hidup yang penuh ujian, aku jadi betul-betul menyatu dengan aktivitas berdoa dan sudah seperti bagian dari diriku. Bagiku, doa tidak hanya sekedar kata-kata yang aku ucapkan kepada-Nya. Tapi di dalam doa itu ada keyakinan, kesabaran, ikhtiar, keikhlasan, kekuatan dan perbaikan diri (taubat).
keyakinan
Aku pernah membaca salah satu sabda Rasulullah, “berdoalah kepada Allah dan kalian (harus) yakin kalau doa itu akan dikabulkan”. Aku menyadari bahwa seringkali aku berdoa, tapi tetap saja pesimis dengan keadaan dan berprasangka yang tidak-tidak terhadap apa yang akan terjadi. Sampai aku tersadar, apa yang sudah aku lakukan adalah bukan berdoa tapi terkesan “protes” kepada Allah mengenai keadaan yang ada. doa tidak akan ada ruhnya tanpa keyakinan. Bukankah Allah mengikuti prasangka hamba-Nya? Kadang apa yang aku ucapkan dalam doa tidak panjang, bahkan mungkin hanya satu kalimat. Tapi aku hidupkan doa itu dengan keyakinan, haqqul yaqin bahwa Allah akan mengabulkan. Maka betul-betul akan terasa berbeda, hadirlah ketenangan yang menghapus kegundahan. Maka doa akan selalu mengiringi keyakinan ku pada-Nya.
Aku akan memberikan apa yang hamba-Ku menyangka terhadap-Ku
(Hadis Qudsi)
kesabaran
Bagiku, doa adalah suatu proses dari perjalanan panjang. Adakalanya tidak secara cepat Allah menjawab doa. Butuh kesabaran dalam berdoa. kesabaran dalam selalu memanjatkan doa tanpa berputus asa dan kesabaran dalam menunggu jawab-Nya.
Ikhtiar dan taubat
Apalah arti doa jika tanpa usaha? Bagiku, itu seperti hanya menuntut kepada Allah. Rasanya aku malu sekali banyak meminta tapi aku tidak melakukan dan mengusahakan apapun untuk memperbaiki keadaan sendiri.
“Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah. Tapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta akan berakibat kita mengubah diri, dan Allah akan memberi apa yang kita minta..”
(Ibnu Ath-Tha’ilah)
Sambil terus aku berdoa, aku berusaha, dan aku juga memperbaiki diri dengan cara bertaubat. Aku pikir, mungkin saja doa-doa ku terhijab oleh dosa-dosa yang aku perbuat sehingga menjadi penghalang untuk terkabulnya doa. Begitulah doa, bisa membawaku berusaha dan terus memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Keikhlasan dan kekuatan
Doa ternyata juga membutuhkan keikhlasan. Suatu saat dalam perjalanan hidupku, aku pernah berdoa meminta sesuatu, aku bedoa dengan sangat memohon dan bersungguh-sungguh, dan ketika waktu itu datang. Allah memberikan yang terbaik menurut-Nya. Pada awalnya aku sangat tidak bisa menerima, namun selama aku menjalani pilihan-Nya, ternyata begitu berlimpah hikmah, hidayah, dan kemudahan dari Nya. Aku malu, aku menyesal. Doaku sebenarnya selama ini selalu didengarkan-Nya, maka Ia memberikan yang lebih baik dari apa yang aku minta..
Pada akhirnya, doa adalah kekuatan ku, disaat aku dilanda kesulitan dan kesedihan. Doa dapat menyatukan aku dengan sifat Arrahman dan Arrahim-Nya sehingga aku bisa melalui apa-apa yang menurut perhitunganku sebagai manusia tidak akan sanggup aku lalui..
Berdoa adalah bagian dari perjalanan hidup yang akan selalu menemani selama masih hidup dan doa akan menghidupkan hati karena doa menyatukan aku dengan-Nya.
dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 27112011
irsa ikramina
No comments:
Post a Comment