aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Thursday, November 24, 2011

aku dan orang-orang disampingku

 
“Allah mengirimkan orang dalam hidup kita itu pasti ada maksudnya”
-mama-

            Begitulah hidup, kita bisa bertemu siapapun, mengenal siapapun, percaya siapapun, sayang siapapun, benci siapapun, dan disakiti siapapun tanpa direncanakan terlebih dahulu. Walalupun sebenarnya, ini semua sudah diatur oleh Tuhan.
            Beragam orang dalam hidup ini aku temui walaupun tidak semuanya bisa menyentuh hati, bisa begitu masuk menerobos lapisan penetrasi sosial, bisa betul-betul menolong, bisa dipercaya, dan bisa sangat memahami. Tapi bukan berarti juga, banyak diantara mereka yang berperan sebaliknya. Tuhan itu adil, jadi semua sangat proporsional dalam pengaturan-Nya.
            Social support  dalam mengarungi perjalanan hidup yang banyak ujian ini begitu pentingnya bagiku. Bersyukur aku, Tuhan mengatur pertemuan-pertemuan dengan orang-orang yang terbaik dengan skenario yang terbaik juga.
 Kadang yang mereka berikan hanya sedikit kata-kata, tapi entah kenapa itu bisa menjadi penyejuk bagiku di kala aku gundah, di kala aku putus asa..
“biarlah orang lain melihat kita dari sisi yang lainnya. Toh kita sedang menjalani sisi yang lain”  
( D R )
“Pencobaan yang kamu alami tidak akan melebihi kekuatanmu, pada waktunya Tuhan akan memberikan jalan keluar. Hidup itu lebih kayak lari maraton daripada lari sprint. Masalah daya tahan dan ketabahan, bukan masalah kecepatan, you’ll be fine kid. Berkeluh kesah? Been there, done that. Bersyukurlah sa. Belajar bersyukur. Tapi mungkin bisa diingat bahwa ini adalah cerita hidup kita, bukan cerita kita sebagai pelengkap cerita orang lain. Kamu mungkin tidak ingin2 banget jadi psikolog, tapi kamu pasti mau jadi orang yang punya hasil kerja excellent. Kamu mungkin tidak terpikir sehebat orang lain menyelesaikan kasus kejiwaan, tapi tentu kamu ingin jadi orang yang bisa memahami orang lain dan membantu orang lain menjadi lebih baik, jadi berkat bagi orang lain. Itu adalah panggilan yang mulia, menjadi orang yang berguna yang bisa menghasilkan orang2 yang luar biasa, bukan sekedar punya keahlian untuk cari nafkah. Begitu Irsa.”
( A O )
“ketika kau kecil, kau merasa malam mengerikan, karena ada monster yang bersembunyi di bawah ranjangmu. Tapi disaat kau dewasa, monsternya berbeda, menjelma menjadi keraguan atas diri sendiri, kesepian, penyesalan, dan ketika kau berpikir kau mungkin lebih tua dan dewasa tapi kau kemudian masih menemukan dirimu takut akan kegelapan. Dan ketika takut itu datang, bergantunglah kepada yang memberikan rasa takut di dalam hati tersebut. Hanya mengandalkan Tuhan dan bersyukur kemudian hidup kembali. Jatuh lalu berdiri lagi, karena itu bagian dari hidup. Aku hanya mau mengatakan, kita manusia dan harus hidup sebagai manusia. Ketika kita melakukan kesalahan, itu bukan berarti kita manusia yang buruk. Hanya saja kita manusia, kita tidak sempurna, kita khilaf. Apapun itu nanti, tetaplah berdiri di atas kakimu adik kecil, dan tegarlah, kuatkan hatimu. Kita hanya perlu berusaha lagi, lebih kuat lagi, dan belajar lagi. Tidak berputus asa. Kamu bisa salah dipahami orang lain tapi jangan salah memahami keindahan dirimu sendiri.”
( C I )
“lu ngga boleh ngerasa beda karena kepribadian lu sa. Semua orang emang beda dan ngga ada yang sama. Kepribadian orang kan semua unik. Tapi, mungkin lu boleh ngerasa beda karena life event yang udah lu lalui”.
( A H )
“irsa, kamu tau kenapa kamu punya pemikiran disini (diatas) tapi orang-orang ada disini (dibawah)? itu karena live event yang udah irsa lalui, sehingga irsa punya pemikiran-pemikiran berbeda dari yang lain, dan itu harus disyukuri. Walaupun kita terlahir jadi ‘original’ tapi untuk menjadi ‘popular’ itu juga perlu.”
( D D )
            Masih begitu banyak kata-kata dari mereka yang tidak dapat aku tuliskan disini. Sebagian dari mereka juga tidak harus memberikan kata-kata penyejuk, tapi bisa memahami, menghiburku di kala sedih, mendengarkan cerita-ceritaku, memberikan pertolongan real juga betul-betul menjadi sangat menolong ku. Sayang, kadang aku merasa tidak dapat membalas kebaikan mereka. Rasanya aku ingin sekali bisa membalasnya. Tapi, aku juga bukan Tuhan. Tugas Tuhan untuk membalas segala kebaikan dan keburukan yang telah manusia perbuat. Aku kadang hanya bisa mendoakan agar mereka juga diberikan kemudahan dan pertolongan dari-Nya.
            Seberapa pentingnya mereka dalam hidupku, aku menyadari, Tuhan tidak suka apabila kita bergantung pada manusia. Jika manusia sudah melampaui batas dalam hal ini. Maka Tuhan senantiasa menguji, sekedar untuk mengingatkan bahwa bukan manusia tempat kita bergantung. Mereka bisa datang dan pergi, mereka bisa bosan, mereka bisa sibuk dengan persoalan dan kehidupannya sendiri. benar adanya bahwa meskipun itu dalam hal baik, tapi jika melampaui batas, itu akan menjadi tidak baik karena Tuhan tidak suka yang melampaui batas. Setiap orang akan memiliki batasan dalam lapisan penetrasi sosialnya masing-masing untuk tidak dapat diterobos oleh orang lain. Yah, setiap orang memiliki batasan-batasan dalam kehidupannya. Itu sebabnya juga, beberapa orang terdekat bisa saja memiliki porsi dan tingkat kedetailan cerita yang diketahuinya akan berbeda.
            Aku sadar, tidak semua orang yang aku pilih untuk “lebih mengenal aku” bisa selamanya mendampingi dan selamanya memahami. Tuhan akan mempertemukan orang-orang yang tepat dalam waktu-waktu yang tepat. Semua sudah diatur oleh-Nya. Setidaknya, aku bersyukur Tuhan mengirimkan orang-orang yang terbaik dalam hidup ini. Setidaknya juga, aku masih bisa betegur sapa dan menjalin silaturrahim walaupun mereka tidak lagi menjadi “orang-orang yang ada disampingku”
            Faktanya, kita tidak dapat hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain, apalagi yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan psikologis bersama orang lain. Tapi aku tidak khawatir akan hal itu.
Karena jika aku ingin meminta kebutuhan dari manusia, aku akan ajukan kebutuhan itu kepada Allah sebelum mengemukakannya kepada mereka. Jika DIA memenuhinya bagiku dari mereka, aku akan bersyukur kepada-Nya dan berterimakasih kepada mereka. Apabila DIA tidak memperkenankannya bagiku, maka akan aku terima dan ridho kepada-Nya. Jika tidak, aku akan menahan diriku, karena itu lebih selamat bagiku.
Hidup adalah sebuah perjalanan, dimana kita tidak tau apa dan siapa yang akan kita temui dalam perjalanan. Tapi itu semua hanya sementara, kita harus melanjutkan perjalanan lagi, hanya bersama-Nya dan menuju kepada-Nya. bukan berarti aku melupakan orang-orang yang pernah hadir dalam hati ini, akan selalu ada tempat buat mereka. hanya saja, kita harus melanjutkan perjalanannya masing-masing.

            dari aku, duniaku, dan penghayatanku 
bandung, 24112011 
irsa ikramina

No comments:

Post a Comment