aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Wednesday, March 21, 2012

Aku dan keterdesakan


            dalam perjalanan hidup ini, telah banyak yang aku lalui. Hingga pada saat ini, aku sedang berada pada titik perjalanan yang bisa dikatakan “terdesak”. Memang sulit dijelaskan, namun bukan begitukah kehidupan? Kita tidak punya banyak cukup waktu untuk melakukan berbagai macam hal. Dalam satu hari saja, tidak semua dapat dikerjakan maksimal, ada saja yang harus dikorbankan dan ada saja yang harus diprioritaskan. 20 tahun hidup saja, rasanya masih merasa kurang dalam banyak hal. 
            Ya, tapi yang ini berbeda. Ini adalah masa dimana aku merasa kuat karena “keterdesakan”. Belakangan ini aku sering mengatakan pada diriku sendiri, “tidak ada waktu lagi untuk galau, tidak ada waktu lagi untuk stress, tidak ada waktu lagi untuk merasa nlangsa. Hajar terus, Allah pasti nolong, semua sudah diukur sesuai kemampuan, pasti terlewati, yakin, ikhtiar, tawakal”.
             tidak ada waktu lagi hanya untuk sekedar mengeluh dan hanya untuk mendekati keterpurukan. Sudah terlalu banyak mimpi yang aku rangkaikan untuk mama, untuk menguatkan dan untuk menenangkannya. Semua itu aku lakukan karena amanah sebagai seorang anak untuk membahagiakan ibu. Sudah waktunya mama menemukan air zamzamnya setelah perjalanan panjang antara shafa dan marwa untuk membawaku sampai pada titik perjalanan yang sejauh ini. Sudah saatnya aku membawa mama “hijrah” ke tempat yang lebih mulia, ini dalah tugasku, ini adalah amanahku, dan ini juga drive terbesarku. 
            Padahal apa yang aku lalui sekarang ini adalah lebih berat dari sebelumnya, tapi tanpa diduga dengan kekuatan-Nya, aku bisa berdiri tegar. Yakin bahwa semua ikhtiar ini, akan membawa pada perubahan keadaan. bukankah Allah akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya? Sudah terlalu banyak derai air mata dan tetesan keringat yang menjadi saksi dari perjalanan panjang ini. Dan sudah terlalu jauh aku berlari untuk mencapai tujuan “hijrah”.
Tidak ada waktu lagi hanya untuk sekdar berharap tanpa ikhtiar

Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 21 Maret 2012
Irsa Ikramina

No comments:

Post a Comment