Begitu
banyak pilihan dalam hidup ini. Manusia punya kebebasan memilih. Pilihlah !
toh, tidak memilih, juga sebetulnya sudah memilih. Aku pun begitu. Memilih ini
dan itu, tentu dengan melibatkan Tuhan di setiap pilihan, karena Tuhan-lah Yang
Maha Mengetahui.
Kenyataannya,
ketika manusia dihadapkan pada kejadian menyenangkan maupun tidak menyenangkan.
Manusia ternyata berada pada posisi harus memilih. Ya, setidaknya aku
melihatnya seperti itu. Memilih respon dari kejadian tersebut, mau direspon
dengan mendekat kepada Tuhan atau menjauh dari Tuhan. Sesederhana itu
ternyata makna dari setiap rangkaian kejadian yang dihadapi manusia. Tapi,
proses menjalaninya memang tidak semudah mengatakannya.
Butuh
sabar, ikhlas, syukur, dll. Kalau hidup ini ibarat ujian. Maka itulah kisi-kisi
ujiannya. Setiap orang dapat menghadapi persoalan yang berbeda, seperti ujian
sekolah. Ada pilihan ganda, essay, isian, praktik dll. Tapi kisi
pastilah sama. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi
ujiannya. Cara belajar setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang suka belajar di
waktu subuh, ada yang hanya mengandalkan mendengarkan dosen di kelas, ada yang
selalu berusaha memahami materi, dll. Tentu dalam menghadapi ujian hidup, cara
belajar ini harus ditemukan sendiri, tidak bisa mengikuti cara orang lain. Akan
tersiksa apabila memaksakan cara belajar orang lain pada diri sendiri. Cara
belajarku, aku meyakini bahwa selalu ada pesan yang ingin disampaikan Tuhan
dari setiap kejadian, itu lah yang selalu aku cari tahu. Tuhan ingin sampaikan
apa kepada ku ? jawaban yang aku temukan bisa saja salah, sama seperti ujian,
lalu kemudian tidak lulus. Itu sebabnya ini memang perkara tidak mudah. Tapi
memang harus dilalui. Sedikit saja melibatkan nafsu, jawaban yang ditemukan
bisa saja malah menjerumuskan.
Semakin banyak lulus ujian, semakin tinggi kelas atau tingkat kesulitan ujiannya. Pilihannya
mau semakin dekat atau semakin menjauh dari Tuhan. Terus seperti itu siklusnya.
Hingga ada suatu titik dimana, kemana pun aku melangkah, aku bertemu Tuhan.
Dengan siapapun aku bertemu, Tuhan sedang berbicara pada ku melalui makhluk-Nya.
Kejadian pahit atau manis yang dihadapi, keduanya dipandang baik. Tuhan selalu
hadir dalam setiap nafas, setiap jengkal dalam hidup ini. Jadi Tuhan ada dimana
?
Tuhan
memang selalu hadir, tapi sayang manusia tidak selalu menyadari hal ini. Itu sebabnya
ada proses-proses ujian yang harus dihadapi. Melelahkan memang, baru ujian yang
sebelumnya terlalui, sudah muncul lagi dst. Agar hati ini terlatih, untuk tidak
meletakan apapun di hati selain Tuhan. Proses untuk berada pada titik zero,
kosong atau fitrah. Pada titik inilah, tidak ada penghalang lagi antara aku dan
Tuhan.
Itu
sebabnya Tuhan lebih tertarik merubah apa yang ada “di dalam”, sedangkan
manusia sibuk merubah apa yang ada “di luar”
Pada
akhirnya, eksistensi ini adalah aku dan Tuhan. Tuhan di hati ku, maka aku ada.
Bandung, 18 Februari 2017
Dari aku, duniaku dan penghayatanku
No comments:
Post a Comment