aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Saturday, February 4, 2012

aku dan kesabaran


        belakangan ini aku selalu murung, tidak bergairah, tidak besemangat. Ada hal yang membuat aku begitu sedih, aku punya keinginan yang saat ini sangatlah tidak mungkin untuk bisa dicapai. Namun ketika tadi aku berdiam di atas tempat tidur, dalam keheningan tiba-tiba saja seperti ada “sisi malaikat” dalam diriku yang berbicara padaku.
Sa, coba liat ke sekeliling kamar. Beberapa barang yang bernilai tinggi di sekitar, lu inget dapetinnya dengan perjalanan yang seperti apa? Tapi pada akhirnya lu bisa punya itu semua kan? Coba inget lagi segala keinginan dalam kehidupan, apa yang tidak Allah kasih?
            Aku tersentak sambil menatap barang-barang itu. Iya memang, dulu aku sangat bukan menginginkannya lagi bahkan, tapi membutuhkan semua itu. Meski rasanya semua pada saat itu hampir tidak mungkin aku miliki. Tapi ternyata satu persatu bisa aku miliki entah dari arah yang tidak disangka-sangka. Aku tersadar bahwa, “Allah pasti ngasih, Allah cuma minta satu, sabar.” Pada dasarnya tidak hanya barang, tapi apapun yang kita inginkan. Aku jadi teringat, dulu aku sangat mengnginkan masuk fakultas ilmu komunikasi, tapi Allah memberikan psikologi dan bahkan aku diberikan kemudahan yang berlimpah. “jadi kalau Allah ngga ngasih, Allah pasti gantiin sama yang lebih baik”.
            Aku beranjak dari tempat tidur, aku buka-buka lagi buku-buku penyejuk qalbu mengenai kesabaran. Dua semester belakangan ini memang intensitas dan frekuensi aku membaca buku-buku penyejuk qalbu memang menurun karena kesibukan kuliah dan menyusun bahan mengajar. Aku menjadi diingatkan kembali bahwa sabar adalah jalan keluar yang terbaik dan telah diakui secara universal kebenarannya. Sabar itu mempunyai pasangan, yaitu shalat. Sabar dan shalat ibarat dua sisi keping mata uang yang harus selalu berjalan beriringan. sabar tanpa shalat, ibarat bangunan tanpa fondasi beton, mudah ambruk terserang gempa. Aku mencoba menyerap lagi hakikat kesabaran aku mencoba lebih khusyuk dalam shalat. Ternyata tanpa disadari, aku jadi lebih dekat dengan-Nya.
“....., sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”
Al baqarah : 153
            Maka ketika kita bersabar, Allah akan bersama kita. Dan apa yang tidak bisa kita lalui ketika kita bersama-Nya? Apapun yang kita inginkan, insya Allah akan Allah beri, Allah hanya minta satu hal selain ihktiar, yaitu sabar. Allah melakukan hal ini memang karena Allah begitu menyayangi kita, Allah ingin kita tawadhu, tidak jadi menggampangkan segala hal dan lupa diri apabila semua mudah didapatkan. “Bukankah tanpa pernah menghadapi kesukaran hidup manusia tidak akan pernah bisa menjadi matang?” (Ir. Permadi Alibasyah)
Orang yang bersabar, pasti mendapat kemenangan, walaupun tertunda
-Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a-

Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 05.02.2012
Irsa Ikramina

No comments:

Post a Comment