belakangan ini aku selalu murung, tidak
bergairah, tidak besemangat. Ada hal yang membuat aku begitu sedih, aku punya
keinginan yang saat ini sangatlah tidak mungkin untuk bisa dicapai. Namun ketika
tadi aku berdiam di atas tempat tidur, dalam keheningan tiba-tiba saja seperti
ada “sisi malaikat” dalam diriku yang berbicara padaku.
Sa, coba liat ke
sekeliling kamar. Beberapa barang yang bernilai tinggi di sekitar, lu inget dapetinnya
dengan perjalanan yang seperti apa? Tapi pada akhirnya lu bisa punya itu semua
kan? Coba inget lagi segala keinginan dalam kehidupan, apa yang tidak Allah
kasih?
Aku
tersentak sambil menatap barang-barang itu. Iya memang, dulu aku sangat bukan
menginginkannya lagi bahkan, tapi membutuhkan semua itu. Meski rasanya semua
pada saat itu hampir tidak mungkin aku miliki. Tapi ternyata satu persatu bisa
aku miliki entah dari arah yang tidak disangka-sangka. Aku tersadar bahwa, “Allah pasti ngasih, Allah cuma minta satu,
sabar.” Pada dasarnya tidak hanya barang, tapi apapun yang kita inginkan. Aku
jadi teringat, dulu aku sangat mengnginkan masuk fakultas ilmu komunikasi, tapi
Allah memberikan psikologi dan bahkan aku diberikan kemudahan yang berlimpah. “jadi kalau Allah ngga ngasih, Allah pasti
gantiin sama yang lebih baik”.
Aku beranjak
dari tempat tidur, aku buka-buka lagi buku-buku penyejuk qalbu mengenai
kesabaran. Dua semester belakangan ini memang intensitas dan frekuensi aku
membaca buku-buku penyejuk qalbu memang menurun karena kesibukan kuliah dan
menyusun bahan mengajar. Aku menjadi diingatkan kembali bahwa sabar adalah
jalan keluar yang terbaik dan telah diakui secara universal kebenarannya. Sabar
itu mempunyai pasangan, yaitu shalat. Sabar dan shalat ibarat dua sisi keping
mata uang yang harus selalu berjalan beriringan. sabar tanpa shalat, ibarat
bangunan tanpa fondasi beton, mudah ambruk terserang gempa. Aku mencoba
menyerap lagi hakikat kesabaran aku mencoba lebih khusyuk dalam shalat. Ternyata
tanpa disadari, aku jadi lebih dekat dengan-Nya.
“.....,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”
Al baqarah : 153
Maka
ketika kita bersabar, Allah akan bersama kita. Dan apa yang tidak bisa kita
lalui ketika kita bersama-Nya? Apapun yang kita inginkan, insya Allah akan Allah
beri, Allah hanya minta satu hal selain ihktiar, yaitu sabar. Allah melakukan
hal ini memang karena Allah begitu menyayangi kita, Allah ingin kita tawadhu,
tidak jadi menggampangkan segala hal dan lupa diri apabila semua mudah
didapatkan. “Bukankah tanpa pernah menghadapi kesukaran hidup manusia tidak akan
pernah bisa menjadi matang?” (Ir. Permadi Alibasyah)
Orang
yang bersabar, pasti mendapat kemenangan, walaupun tertunda
-Sayidina
Ali bin Abi Thalib r.a-
Dari aku,
duniaku, dan penghayatanku
Bandung,
05.02.2012
Irsa Ikramina
No comments:
Post a Comment