Kadang aku merasa,
perjalanan yang aku tempuh sudah sangat jauh..
Mungkin karena
tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa aku telah memulai perjalanan
panjang ini
Dulu
aku ingat ketika masih duduk di bangku SD, mungkin kelas 5, berarti usiaku pada
saat itu sekitar 10 tahun. Aku mendapat ranking pertama di kelas, teman-teman
bermainku mendapat ranking 5 dan 10 besar. Lalu mereka mendapat hadiah yang
telah dijanjikan orang tuanya sebagai reward.
Aku yang tidak menyangka akan mendapat ranking 1, memang tidak dijanjikan
apapun. Karena aku sudah melihat teman-temanku yang dididik dengan sangat
behavioristik, aku pikir aku akan diberikan hadiah. Aku menunggu diberikan
hadiah, ternyata tidak juga. Lalu aku mencoba meminta sesuatu, ternyata
dibelikan namun butuh waktu lama dan memang setiap aku meminta apapun itu,
biasanya tidak langsung diberikan. Bisa dibilang aku dibesarkan dengan
penanaman motivasi intrinsik, dan hal itu yang menjadi peganganku hingga saat
ini. Namun sejak saat itu, aku menyadari bahwa hidup ku “berbeda” dari
teman-teman yang lainnya.
I realized that my
life wouldn't be easy
Usia
10 tahun memang belum mencapai kemampuan berpikir operasional formal dalam
perkembangan kognitifnya, tapi bukan berarti tidak bisa untuk menyadari
realitas yang dihadapi. Desakan kehidupan dan tekanan kehidupan, kadang
menuntut seseorang untuk dapat memaksimalkan kapasitas yang ada. Kemampuan problem solving dan menempatkan diri
menjadi sangat penting. Mungkin, itu sebabnya mental age bisa jadi lebih tua dari chronological age-nya. Memasuki usia remaja akhir, sekitar usia 16 –
19 tahun, aku lebih senang berteman dengan orang dewasa. Karena memang
sebelumnya, aku sering dibilang, “lu ngomong apa sih sa? Ga ngerti gue”. Sejak saat
itu aku belajar menempatkan diri dan mencari teman yang berusia sudah dewasa. Bukan
berarti aku tidak membutuhkan teman-teman sepantar ku lagi, hanya saja porsinya
yang berbeda. Biasanya, teman-teman sepantar untuk hal-hal yang lebih ringan,
seperti bercanda dan bermain. Sedangkan orang dewasa, adalah untuk teman
berbicara, dimana aku dapat dengan bebas mengutarakan isi hati dan pikiran
tanpa dibilang aneh atau disalahpahami.
Pengalaman
berteman dengan orang dewasa dan dapat menyesuaikan diri dengan mereka, membuat
aku juga dapat memahami mereka meski usia berjarak jauh. Aku bisa saling sharing, bertukar pikiran, dan hal yang
paling menyenangkan bagiku adalah karena aku didengarkan dan dimintai pendapat.
Dapat dikatakan, aku tidak dianggap “anak kecil”. Kadang, meski usia dua kali
lipat diatas, untukku bukan hal yang sulit untuk berempati dan dapat memahami. Itu
sebabnya aku merasa perjalanan yang aku tempuh seperti sudah sangat jauh,
karena mungkin aku memulainya (menyadari) dari usia yang sangat muda.
Usia ku kini 20
tahun, namun panjangnya perjalanan yang sudah aku tempuh membuat aku merasa seperti sudah
40 tahun hidup..
Dari aku,
duniaku, dan penghayatanku
Bandung,
05022012
Irsa Ikramina
No comments:
Post a Comment