aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Saturday, December 13, 2014

Aku dan Pengalaman

“Kerja untuk mencari karir dan uang atau pengalaman ?”

“Meskipun kehidupan saya sulit dan seperti ini. Saya lebih tertarik dengan pengalaman”


Begitulah sekilas pertanyaan dan jawaban yang terjadi di wawancara kerja ku pagi ini. Setelah hampir setahun. Ini adalah wawancara yang pertama aku merasa “serius” kembali dalam menjalaninya. Setelah belasan wawancara aku lalui dengan kebodohan dan kecerobohan dikarenakan jenuh dan bosan. “Serius” karena aku berminat dengan bidang industri bisnisnya, timnya dan... karena aku harus hijrah dari kejahiliyahan yang aku hadapi saat ini.
Soal jahiliyah nanti saja. Soal pengalaman dulu. Aku sendiri tidak tahu pasti mengapa aku lebih memilih mencari pengalaman dibandingkan karir dan uang. Padahal aku hidup di tengah himpitan finansial. Apa pengalaman lebih membuat aku bahagia ? tidak juga. Banyak pengalaman pahit yang aku alami. Apa karir dan uang tidak membahagiakan ? ya tidak juga, membanggakan bahkan. tapikan tetap saja setiap pengejaran dan pencarian dunia akan bertemu sandungan-sandungan. Semua hal tersebut sebetulnya sama fatamorgana dan semu. Tapi satu hal yang menurutku lebih pasti adalah pemaknaan terhadap pengalaman-pengalaman yang dialami, tentu bisa membawa kebahagiaan batin.
Bagi aku yang menempuh skripsi dengan metode kualitatif, akan menaruh perhatian penting serta kepekaan terhadap pemaknaan pengalaman. Manusia dibentuk oleh pengalaman-pengalaman tersebut, bagaimana pengalaman tersebut dapat memengaruhi manusia secara mendalam dan bagaimana memaknakan pengalaman tersebut secara mendalam. Dan dalam proses pengaruh dan pemaknaan antara manusia dan pengalaman tersebut, muaranya pasti adalah syukur dan ikhlas. Mungkin ini lah sebabnya aku lebih memilih mencari pengalaman, karena pada akhirnya aku akan selalu bertemu Tuhan. Sedangkan dalam mengejar karir dan uang aku hanya akan mendapati sekedar dunia, bisa jadi dengan hati yang hampa. Pemaknaan pengalaman yang muaranya adalah Tuhan, akan selalu membuat hati ini penuh.

Dari aku, duniaku dan penghayatanku
Bandung, 14 Desember 2014
Irsa Ikramina

No comments:

Post a Comment