“Kerja
untuk mencari karir dan uang atau pengalaman ?”
“Meskipun
kehidupan saya sulit dan seperti ini. Saya lebih tertarik dengan pengalaman”
Begitulah
sekilas pertanyaan dan jawaban yang terjadi di wawancara kerja ku pagi ini. Setelah
hampir setahun. Ini adalah wawancara yang pertama aku merasa “serius” kembali
dalam menjalaninya. Setelah belasan wawancara aku lalui dengan kebodohan dan
kecerobohan dikarenakan jenuh dan bosan. “Serius” karena aku berminat dengan bidang
industri bisnisnya, timnya dan... karena aku harus hijrah dari kejahiliyahan
yang aku hadapi saat ini.
Soal
jahiliyah nanti saja. Soal pengalaman dulu. Aku sendiri tidak tahu pasti
mengapa aku lebih memilih mencari pengalaman dibandingkan karir dan uang. Padahal
aku hidup di tengah himpitan finansial. Apa pengalaman lebih membuat aku
bahagia ? tidak juga. Banyak pengalaman pahit yang aku alami. Apa karir dan
uang tidak membahagiakan ? ya tidak juga, membanggakan bahkan. tapikan tetap
saja setiap pengejaran dan pencarian dunia akan bertemu sandungan-sandungan. Semua
hal tersebut sebetulnya sama fatamorgana dan semu. Tapi satu hal yang menurutku
lebih pasti adalah pemaknaan terhadap pengalaman-pengalaman yang dialami, tentu
bisa membawa kebahagiaan batin.
Bagi
aku yang menempuh skripsi dengan metode kualitatif, akan menaruh perhatian
penting serta kepekaan terhadap pemaknaan pengalaman. Manusia dibentuk oleh pengalaman-pengalaman
tersebut, bagaimana pengalaman tersebut dapat memengaruhi manusia secara mendalam
dan bagaimana memaknakan pengalaman tersebut secara mendalam. Dan dalam proses
pengaruh dan pemaknaan antara manusia dan pengalaman tersebut, muaranya pasti
adalah syukur dan ikhlas. Mungkin ini lah sebabnya aku lebih memilih mencari
pengalaman, karena pada akhirnya aku akan selalu bertemu Tuhan. Sedangkan dalam
mengejar karir dan uang aku hanya akan mendapati sekedar dunia, bisa jadi
dengan hati yang hampa. Pemaknaan pengalaman yang muaranya adalah Tuhan, akan
selalu membuat hati ini penuh.
Dari aku, duniaku dan penghayatanku
Bandung, 14 Desember 2014
Irsa Ikramina
No comments:
Post a Comment