aku, duniaku, dan penghayatanku. aku adalah siapa aku yang sebenarnya, aku yang memiliki eksistensi, dan aku yang memaknai. duniaku adalah tempat aku memberi makna;bereksistensi. dunia hidup yang dialami olehku. penghayatanku, adalah melihat dari sudut pandang aku, berpikir dengan pemikiranku, dan merasa dengan perasaanku.
terdengar subjektif? tapi sebenarnya ini adalah perihal eksistensi manusia.

sebuah perjalanan memahami diri, memaknakan kehidupan, mencari kebebasan yang hakiki, memilih jalan-jalan yang dapat mempertemukan aku dengan-Nya. apa artinya sebuah eksistensi jika tidak ada yang dapat bermanfaat bagi eksistensi orang lain? semoga, ada (hikmah) yang bisa aku bagikan dalam rangkaian pemaknaan kehidupan ini.

Thursday, January 5, 2012

aku dan air mata

            Maghrib tadi, setelah aku mendirikan salat. Seperti biasa aku menengadahkan kedua tangan. Berdoa kepada Yang Maha Mendengar. Biasanya aku berdoa dengan penuh keyakinan yang selalu menguatkan aku di tiap bait doa yang aku panjatkan. Tapi hari ini tanpa disadari, butir-butir air mata membahasahi pipiku, bibir bergetar ketika memanjatkan doa, pikiran terhenti seolah aku tidak tau apa yang ingin aku panjatkan, sampai pada akhirnya mulutpun sudah tidak mampu membacakan doa-doa dari hati ku, yang aku rasakan hanya beratnya beban yang menggelayut di hati ini..
            Aku akui, aku orang yang sangat mudah menangis di kala aku sedang sendiri. Banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, kehilangan, penyesalan, rasa syukur, rasa sakit, dan kekecewaan. Tapi aku berusaha untuk tidak menjadi cengeng dalam menjalani ujian dan melaksanakan amanah dari-Nya. Aku tidak mau dianggap mudah berputus asa, seolah aku tidak yakin Tuhan selalu berada di sampingku. Tapi aku hanya manusia.
            Manusia memang harus kuat, harus berdiri lagi ketika jatuh, dan harus bertahan ketika badai menerjang. Akan tetapi ada suatu bagian di mana manusia mencapai garis keterbatasannya sebagai manusia. Artinya, manusia juga perlu untuk memasrahkan diri.. karena masih ada Tuhan Yang Maha Kuat..
            Air mata yang mengalir sehabis salat hari ini mengingatkan aku bahwa apa yang aku hadapi sudah terlalu besar, tapi masih sangat kecil di hadapan Tuhan. Sudah saatnya aku memasrahkan segala apa yang telah aku ikhtiarkan dan apa yang telah aku perjuangkan. Segalanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka sabar, syukur, dan tawakal akan menjadi solusi psikologi tertinggi.

Dari aku, duniaku, dan penghayatanku
Bandung, 05.12.2012
Irsa Ikramina

No comments:

Post a Comment